Cool Blue Outer Glow Pointer

Ads 468x60px

Labels

Sabtu, 27 April 2013

Sepenggal Sejarah Islam di Benua “Bermata Biru”

Sepenggal Sejarah Islam di Benua “Bermata Biru
      Sering kita mendengar sejarah Islam di Indonesia ataupun di negara Timur Tengah sana. Namun ada sepenggal cerita mengenai sejarah Islam di sebuah Benua yang terkenal dengan penduduknya yang “atheis”. Andalusia. Pernahkah kalian mendengarnya?
      Bagi yang belum tahu, Andalusia merupakan salah satu wilayah otonom di negara Spanyol. Wilayah yang memiliki penduduk terpadat kedua yang membentuk negara Spanyol. Ibukotanya adalah Sevilla.


Menurut salah satu sumber yang saya baca, Andalusia berasal dari bahasa Arab “Al-Andalus”. Andalusia terkenal
dengan daerah bagiannya seperti Cordoba, Sevilla, Granada, Jaen, Almeria, Cadiz, Huelva dan Malaga. Islam pertama kali masuk ke Spanyol pada tahun 711 M melalui jalur Afrika Utara. Spanyol sebelum kedatangan Islam dikenal dengan nama Iberia/ Asbania, kemudian disebut Andalusia, ketika negeri subur itu dikuasai bangsa Vandal. Dari perkataan Vandal inilah orang Arab menyebutnya Andalusia.

Faktor-faktor pendukung kemajuan Islam di Spanyol, diantaranya sangat ditentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan-kekuatan umat Islam, seperti Abd al-Rahman al-Dakhil, Abd al-Rahman al-Wasith dan Abd al-Rahman al-Nashir.
    
Keberhasilan politik pemimpin-pemimpin tersebut ditunjang oleh kebijaksanaan penguasa-penguasa lainnya yang memelopori kegiatan-kegiatan ilmiah dan adanya toleransi yang ditegakkan oleh penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi. 

Kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol antara lain, konflik Islam dengan Kristen,tidak adanya Ideologi pemersatu, kesulitan ekonomi, tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan keterpencilan. yang berakhir pada 1492 dengan penaklukan kembali atas Granada oleh raja dan ratu Katolik.
Berikut adalah beberapa tempat bersejarah umat muslim di Andalusia yang telah berubah fungsinya saat ini :
Alhambra adalah nama sebuah kompleks istana sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan bani ummayyah di Granada, Spanyol bagian selatan (dikenal dengan sebutan Al-Andalus ketika benteng ini didirikan), yang mencakup wilayah perbukitan di batas kota Granada. Istana ini dibangun sebagai tempat tinggal khalifah beserta para pembesarnya.

Masjid Agung Cordoba atau yang lebih dikenal dengan Mezquita. Masjid ini dibangun diatas tanah gereja St Vincent yang dibeli dari komunitas Kristen setempat sebelum dimusnahkan. Masjid ini menjadi monumen yang paling hebat dari Dinasti Umayyah, dimana ibukota Al-Andalusia berada di Cordoba.
Bangunan ini tidak hanya difungsikan sebagai pusat religi, akan tetapi juga merupakan manifestasi sosial, budaya dan politik. Setelah Reconquista (pengambil alihan kekuasaan dari Muslim ke Kristen) di Spanyol, mesjid ini berubah menjadi sebuah gereja, dengan menambahkan katedral Gothic ke tengah-tengah bangunan. Saat ini seluruh bangunan masjid sudah digunakan untuk Katedral Córdoba di Spanyol.

Wah..wah..Sebagai generasi muda sudah saatya kita bangkit dan mengembalikan kejayaan Islam di masa lalu. Dimulai dari membangkitkan semangat dalam diri dan lingkungan sekitar. Bukankah berlomba-lomba dalam kebaikan akan membuat amalan kita tidak pernah putus walaupun kita sudah tiada? (-RZ-)



2 komentar:

tanggapan anda :