Cool Blue Outer Glow Pointer

Ads 468x60px

Labels

Senin, 30 Maret 2015

Islamphobia bersama Kajian Annisa

Kamis, 5 maret 2015 kemarin merupakan hari yang cukup menegangkan bagi anggota bidang Annisa Fosimmik Undip 2015 pasalnya bagi mereka (khususnya para anggota baru) hari itu mereka menggelar acara kajian Annisa yang rutin dilaksanakan setiap kamis sore diminggu pertama per bulannya.  Tema yang dibahas pada kajian sore itu ialah ISLAMOPHOBIA. Waaah pasti banyak yang masih asing kan dengan kalimat itu??
Yaa dengan hanya mendengar katanya saja mungkin kebanyakan kita sudah bisa mengartikan atau memahami apa itu islamophobia. Islamophobia dapat diartikan dengan cara memisahkan dua kata aslanya yaitu islam dan phobia, sehingga dengan pengertian tersebut  islamophobia berarti ketakutan terhadap islam atau anti terhadap islam. Bentuk ketakutan ataupun ke-anti-an terhadap islam ini bukan hanya ditujukan pada agama islam itu sendiri tetapi pada semua elemen mulai dari ajarannya, pedomannya (Al-Qur’anul Karim), umatnya, tempat ibadahnya, dan setiap bentuk kegiatan yang dilakukan umat muslim. Islamophobia sendiri awalnya berkembang di negara – negara barat baik amerika maupun eropa dimana dahulu terjadi sebuah peperangan antara bangsa barat yang mayoritas merupakan umat non muslim dengan umat muslim yang dipicu karena ke iri hatian, kekhawatiran, dan ketakutan bangsa barat terhadap agama islam yang pada saat itu mengalami puncak kejayaan disebabkan ideologi islam merupakan ideologi yang lebih tinggi dari yang mereka anut yang dirasa menimbulkan ancaman sehingga harus dihancurkan.
Sekarang pertanyaannya apakah sifat islamophobia hanya terjadi atau dimiliki oleh umat non muslim saja? atau bahkan umat muslim juga banyak yang memiliki islamophobia? ya hal itu memang terjadi meskipun tentunya berbeda ekspresi islamophobia antara umat non muslim dengan umat muslim yaitu bahwa umat non muslim secara terang-terangan menyatakan ke-antiannya terhadap islam dengan berbagai tindakan yang merugikan bahkan mengancam keselamatan umat muslim seperti halnya penganiayaan terhadap umat muslim di negara barat, dilarangnya mendirikan masjid, pengucilan, dan sebagainya. Sedangkan umat muslim sendiri tidak banyak mengekspresikan islamophobia-nya namun dapat dilihat dari akhlak/sikapnya dalam keseharian. Islamophobia umat muslim ini justru menjadi lebih mengkhawatirkan karena hal itu sangat berpengaruh pada kemunduran akhlak umat muslim dan bagaimana pandangan terhadap islam yang sejatinya akhlak umat muslim merupakan cerminan islam. Nah untuk mengetahui bahwa seorang muslim mengidap islamophobia dapat dilihat dengan beberapa indikator dibawah ini :
  • 1.      Banyak mengetahui/mencari informasi tentang islam dengan segala pengetahuannya.

S     seorang muslim yang baik haruslah paham dan memiliki banyak pengetahuan islam dengan tidak      hanya mengikuti saja tanpa tau ilmunya. Jika seseorang mengaku islam tetapi tidak mengetahui ilmu-ilmu islam maka orang tersebut memiliki kemungkinan mengidap islamophobia
  • 2       Rajin beribadah.

Ibadah yang dimaksudkan dalam hal ini tentunya ialah ibadah sunnah, mengapa bukan ibadah fardlu? Ibadah fardlu bukanlah suatu indikator karena itu merupakan kewajiban yang tidak bisa diganggu gugat. Umat muslim sebaiknya memiliki ibadah sunnah unggulan karena ibadah unggulan akan menjadi cahaya penuntun kita di akhirat nanti. Seseorang yang malas beribadah dapat diindikasikan ia memiliki islamophobia.
  • 3.      Su’udzan terhadap sesama muslim.

Semua umat muslim adalah saudara maka tidak ada saudara yang pantas saling memiliki prasangka buruk.
  • 4.      Senang berteman dengan Non-Muslim.

Seorang muslim merupakan orang yang fleksibel, aktif, mudah bergaul dan dalam pergaulan di dunia islam telah mengatur bagaimana seharusnya umatnya memilih teman bergaul. Dalam hal ini umat muslim dibolehkan bergaul dengan non muslim selama mereka tidak memiliki kepentingan yang merugikan islam. Namun umat muslim juga dilarang bergaul dengan non muslim jika mereka merupakan kafir yang memerangi islam.
  • 5.      Senang menggunakan/mengonsumsi produk dari Non- Muslim.

Halal dan baik merupakan syarat utama bahan makanan yang boleh dikonsumsi umat muslim, untuk mencegah secara tidak sengaja kita mengkonsumsi yang diharamkan karena keterbatasan pengetahuan mengenai asal makanan maka sebaiknya kita ttidak atau mengurangi dengan memilah-milah produk dari negara yang mayoritas penduduknya non muslim.
  • 6.      Mengkafirkan umat muslim.

Hak muslim, 2 diantaranya ialah haram ditumpahkan darahnya (dibunuh) dan haram dikafirkan sehingga jika ada yang baik sengaja maupun tidak sengaja mengkafirkan seorang muslim meskipun muslim tersebut bersikap yang tidak mencerminkan akhlak seorang muslim maka ia berkemungkinan memiliki islamophobia.
  • 7.      Lebih mementingkan perkara lain selain Allah SWT.

Seorang muslim yang memiliki sifat ini ia sangat mungkin mengidap islamophobia karena menomer duakan Allah SWT merupakan perbuatan syirik.
  • 8.      Memperolok Al- Qur’an.

Nah itulah islamophobia, sebagai seorang muslim tidak sepatutnya dalam hati kita terdapat benih-benih islamophobia karena hal itu tidak hanya merugikan diri kita sendiri dengan tidak didapatkannya ridha Allah SWT namun juga merugikan semua umat muslim. Mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbaiki dan meningkatkan ibadah fardlu serta sunnahnya, berkumpul dengan orang yang shaleh, dan senantiasa kembali kepada Islam adalah obat yang ampuh untuk menyembuhkan Islamophobia.
Nah demikianlah pembahasan tentang islamophobia yang telah disampaikan oleh ukh Aya. Karena faktanya sekarang sudah banyak tanda-tanda islamophobia yang muncul di sekitar kita, maka sudah sepatutnya bagi kita (orang-orang muslim) agar senantiasa menjaga diri dari perbuatan islamophobia.

Semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya.. amin 



0 komentar:

Posting Komentar

tanggapan anda :