Cool Blue Outer Glow Pointer

Ads 468x60px

Labels

Rabu, 09 Januari 2013

Fenomena Jilbab Gaul



Fenomena jilbab gaul sudah menjadi fenomena yang tidak asing lagi bagi kita, terutama kaum muslimah. Kita mungkin sering melihat baik di pusat perbelanjaan, kantor atau di kampus, banyak wanita yang memakai jilbab namun masih mempertontonkan lekuk tubuhnya atau bahkan auratnya. Jilbab hanya dipandang sebagai tren belaka. Mungkin karena di era sekarang banyak sekali macam-macam jilbab di pasaran dengan aneka warna, motif dan bentuk menjadikan jilbab berkembang dengan pesat. Dari segi positifnya kita sebagai umat muslim patut bersyukur karena semakin banyaknya wanita yang sadar akan kewajiban berjilbab, namun di sisi negatifnya masih banyak muslimah yang belum paham mengenai aturan berjilbab yang syar’i sesuai dengan syariat islam. Banyak yang menganggap jika berpakaian tidak sesuai dengan tren yang sedang berkembang akan dianggap kuper, nggak melek mode dan lain sebagainya.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Ahzab : 59 “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin : ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. ‘yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dalam QS An-Nur : 31, Allah ta’ala berfirman : “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…,”

Nah, sudah jelas sekali bukan tentang aturan berjilbab? Allah sudah mengaturnya dalam Al-Qur’an. Sebagai seorang muslim yang memiliki intelektual seharusnya kita memahami dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. Lantas, bagaimanakah jilbab yang syar’i itu? Syarat-syarat jilbab syar’i adalah :
1. Menutup seluruh badan selain bagian yang dikecualikan(muka dan telapak tangan)
2. Tidak dijadikan perhiasan
3. Jilbab itu harus tebal tidak tipis
4. Jilbab harus longgar, tidak ketat
5. Tidak dibubuhi parfum atau minyak wangi
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir
8. Tidak berupa pakaian Syuhrah(sensasi) baik itu terlalu mewah karena mahal ataupun terlalu murahan yang dipakai untuk menunjukkan sikap zuhud dan dilakukan atas dasar riya’ 

Fenomena jilbab gaul ini sesuai hadist yang meriwayatkan “Pada akhir ummatku nanti akan muncul para wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Diatas kepala mereka terdapat sesuatu seperti punuk unta. Laknatlah mereka! Sesungguhnya mereka wanita-wanita terlaknat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium aromanya, padahal aroma syurga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR Thabrani, dalam al-Mu’jamus Shaghiir(hlm.232), dari hadits ibnu ‘Amr, dengan sanad shahih).

Menjadi baik itu memang membutuhkan pengorbanan dan keberanian. Jangan hanya karena mengikuti mode, tren atau pasangan kita rela meninggalkan syariat islam. Masih ada kesempatan untuk berubah menjadi yang lebih baik. Diawali dengan memantapkan hati dan mendapat Ridha Allah SWT, insya Allah kita akan mendapatkan bimbingan-Nya. Istiqomah memang tidak mudah, tetapi mulailah dengan memperbanyak ilmu, memupuk keimanan dan bergaul dengan orang shalih shalihah sebagai langkah awal untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Prepare yourself to turn to Allah.

Semoga Allah senantiasa memantapkan hati dan melindungi kita dari godaan syetan yang terkutuk.  (destini,2013)

0 komentar:

Posting Komentar

tanggapan anda :